|
100 Hari Pemerintahan SBY Antara Janji dan Realita |
|
|
|
|
Written by Kms Zainal Abidin
|
|
Thursday, 28 January 2010 12:26 |
|
Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) &
Pusat Komunikasi Daerah Sumatera Selatan (UKM NADWAH Universitas Sriwijaya)
FORUM SILATURAHIM LEMBAGA DAKWAH KAMPUS
Â
Normal 0 false false false /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} PRESS RELEASE
Â
Bismillahirrahmanirrahim…
“Dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah supaya dihubungkan dengannya, mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada seburuk-buruk perhitungan. “ (QS Ar Ra’du; 13:21)"
Evaluasi kinerja pemerintahan dalam tempoh 100 hari bukanlah lama untuk menilai berhasil atau gagalnya sebuah pemerintahan namun seratus hari pertama ialah masa tepat untuk mengukur tingkat keberhasilan kepemimpinan seorang presiden. Dengan melihat keberhasilan programnya dan keharmonisasian dengan undang – undang (kelembagaan), sebagai pijakan kejayaan pemerintahan ke depan. Jika satu daripada dua faktor itu gagal dalam 100 hari pertama, maka akan sulit bagi sesuatu pemerintahan disebut pemerintahan yang akan membawa kejayaan pada masa depan.
100 hari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono jilid ke II akan berada pada puncaknya pada 28 Januari 2010, selama masa pemerintahannya banyak hal yang telah terjadi pada negeri ini. Mulai dari kasus korupsi aliran dana 6,7 T bank Century , kriminalisasi KPK yang menyeret pimpinan KPK Bibit dan Candra memunculkan gerakan cicak dan buaya sebagai lambang dukungan gerakan ANTI KORUPSI nasional. Tanpa harus berburuk sangka, pengelolaan pemerintahan Indonesia masih sarat silang-sengkarut oleh kepentingan-kepentingan elit yang tidak kunjung mendekat pada kemakmuran rakyat bersama (bad governance). Kaburnya standar dan komitmen moral, diperparah dengan lemahnya penegakan hukum dan perlakuan diskriminatif terhadap koruptor dengan terkuaknya skandal penjara mewah Artalita Suryani dan mafia hukum di Indonesia. Belum terbayang apa yang telah dicapai dalam program 100 hari, pemerintah sudah heboh akan menaikkan gaji di 12 kementrian dengan retorika perbaikan remunerasi gaji alias menaikkan gaji pejabat negara termasuk mentrinya dan alasan reformasi birokrasi serta fasilitas para menteri dan pejabat Negara mendapat mobil dinas baru seharga 1, 3 milyar per unit dimana pada saat yang sama, kemiskinan masih menjadi PR utama. Bencana alam seperti gempa dan banjir juga tak lepas dari perjalanan 100 hari pemerintahan SBY. Dan masih banyak masalah-masalah lain khususnya dalam kasus moralitas bangsa, yang menjadi pekerjaan rumah besar Presiden SBY dan Kabinet Indonesia Bersatu jilid ke II sampai masa pemerintahannya berakhir. Rasulullah Saw bersabda: “Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka” (HR. Abu Na'im) Oleh karena itu, setiap pemimpin harus memiliki visi dan misi pelayanan terhadap orang-orang yang dipimpinnya guna meningkatkan kesejahteraan hidup, ini berarti tidak ada keinginan sedikitpun untuk menzalimi rakyatnya apalagi menjual rakyat, berbicara atas nama rakyat atau kepentingan rakyat padahal sebenarnya untuk kepentingan diri, keluarga atau golongannya. Bila pemimpin seperti ini terdapat dalam kehidupan kita, maka ini adalah pengkhianat yang paling besar, Rasulullah SAW bersabda: “Khianat yang paling besar adalah bila seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya.”(HR. Thabrani) Sebagai manifestasi atas nilai kepedulian, keadilan terhadap bangsa ini dan upaya saling mengingatkan untuk mewujudkan Indonesia yang madani maka dengan ini FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) tergerak untuk menyatakan sikap dan menyerukan:
1. Penegakan Undang –Undang Pornografi 2. Percepat penyeleseian kasus korupsi dan kasus Century 3. Penegakan kedaulatan Negara atas SDA yang ada di Indonesia 4. Berantas mafia peradilan dan hukum 5. Tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia dalam aspek moralitas dan intelektualitas 6. Wujudkan pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat tanpa adanya diskriminasi. 7. Tegas dan konsisten dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan agama 8. Lindungi dan lestarikan budaya bangsa yang bernilai positif dalam rangka penguatan jati diri bangsa 9. Tingkatkan produktivitas petani dan nelayan 10. Transparansikan proses alokasi dana APBN 11. Optimalkan peran ekonomi syariah dalam proses pembangunan ekonomi nasional,Bangun sistem dan institusi zakat dan wakaf yang kokoh sebagai bagian integral dari sistem fiskal nasional 12. Optimalkan pembinaan dan pengelolaan UMKM 13. Pertegas sikap pemerintah dalam membatasi campur tangan asing terhadap perekonomian nasional.
Demikian pernyataan sikap dan himbauan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus. Kami hanya berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa ini. Mari berkarya dan berkontribusi untuk bangsa. Masa depan Indonesia yang berkeadilan, makmur, sejahtera dan diridhoi oleh Allah SWT yang menjadi impian bangsa dan negara ini.
“Mereka itu akan memperoleh bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. “ (QS Al Baqarah; 2:202)
Surabaya, 27 Januari 2010 Ketua PUSKOMNAS FSLDK
Adistiar Prayoga
|
|
Last Updated on Thursday, 28 January 2010 21:33 |
Powered by Joomla!.
Designed by: Free Joomla 1.5 Theme, M6.net reviews. Valid XHTML and CSS.
(C) 2008-2010, Departemen Komdatin Nadwah | Developed by Luthfi | Best Viewed on Mozilla Firefox - 1024 by 768 px | Online Sejak 23 Dzulhijjah 1429 H / 22 Desember 2008 M